CERPEN- SADULUR

 

SADUDULUR

Namaku keisya, aku sudah hampir satu tahun sekolah di sma pancasila masuk kelas x jurusan mia. suasana yang berbeda membuat ku seperti patung yang tak mau bergerak karena kebiasaan aku dari masa mts malu untuk berinteraksi walau di asrama, aku bukan lagi patung tapi aku seperti ikan tanpa air. Tapi untungnya aku mempunyai teman-teman yang selalu membawa ku untuk selalu ceria dan untuk tidak diam saja.

Name my friends is Anaya, wika, siska, and rindu. Mereka adalah teman seasrama walau masih banyak lagi my friends yang seasrama denganku. tapi sayang nya rindu jarang sekali bergabung dengan kita, ya mungkin ia malu karena tingkah laku kita berbeda sama dia karena dia itu orang nya alim. Kisah itu dimulai dari mulai pertengahan semester yang membuat aku sadar tentang diri ku sendiri.

Saat itu dimana aku mulai berubah, aku tidak lagi seperti patung malah ini membuat ku menjadi berlebihan dan aku rasa, aku besikap seenaknya terhadap orang lain. Dan aku tidak sadar, bahwa diriku selalu mengatakan perkataan yang seharusnya tidak diucapkan dan harusnya dibuang jauh-jauh. Hari itu hari senin dimana para murid harus bergegas menuju sekolah dan hari itu aku sama teman seasrama namanya adalah naya terlambat masuk ke sekolah, tapi yang namanya terlambat itu sudah menjadi kebiasaan dan malah jadi hobi kita berdua. Tapi keterlambatan itu adalah sebuah kenangan yang akan menjadi memori suatu saat nanti, ya walau kita harus menerima hukuman dari guru dijemur dilapang 1 jam pelajaran.

“kei gue sekarang ulangan, gimana kalau aku telat”ucap naya dengan napas tak beraturan yang berdiri didepan pintu pagar sekolah,

“untungnya kamu sekarang gurunya baik. Aku sekarang bagian guru kiler”ujar keisya menengadahkan kepalanya,

“suttt..diem semuanya!, sekarang kalian masuk dan tunggu pak ustman dilapangan”tegas salah satu satpam sekolah,

“dasar satpam jelek”bisik naya pada keisya,

“diem nay, ntar kedengeran lagi. Kamu mau dipisahkan barisannya”ucap keisya dengan nada pelan,

“iya iya”.

pada saat aku tidak masuk jam pelajaran karena guru kiler yang menakutkan dan aku terpaksa tidak ikut 1 jam pelajarannya lagi, karena takut sama guru kiler itu. Akhirnya aku terpaksa bolos 1 jam pelajaran dengan alasan pura-pura sakit.

“sutt…”bisik aku yang nongol ke jendela pada siska yang ada dibawah nya,

“apa sih berisik”ucap siska dengan suara pelan,

“izinin sakitnya, soalnya tadi aku telat masuk gerbang”kata aku dengan pelan.

Hemmm daripada tasnya aku bawa-bawa, mending simpan tasnya dipinggir kelas, kebetulan sekali kelas aku paling ujung lantai tiga. Setelah menyimpan tas aku berniat untuk pergi kekantin daripada mondar mandir sana sini, terus kalau ada guru yang liat mampus aku.

“hey kei, mau kemana. Kok gak masuk kelas sih”Tanya nisa temen keisya yang kelas nya dilantai dua,

“kali kali bos”jawab aku,

“kei mending sini masuk, mumpung belum ada gurunya”nisa ngajak aku masuk kekelas nya.

Akhirnya aku masuk kekelas nisa. Tapi tiba tiba selang beberapa menit aku udah masuk, ada guru yang datang, “waduhh nis gimana ini gurunya udah masuk, aku kekantin dulu yah”kata aku langsung lari kekantin diam diam.

“bi kok sepi ya, pada kemana ini”tanya ku pada bibi kantin,

“walahh, gimana sih si eneng. Kan ini masih pagi”jawab bibi kantin,

“iya yah. Bi pesen jus alpuketnya satu”,

“oke, tunggu bentar ya neng. Soalnya bibi baru buka”,

“oke bi”.

Aku nunggu dikanti sampai akhirnya masuk jam ketiga pelajaran.

“waduhhh, bi berapa semuanya”,

“delapan ribu neng”,

“makasih bi”.

Aku berlari menyusuri koridor kelas 11 dulu, untuk samapi kekelas aku harus naik tangga. Sungguh melelahkan, nasibku yang malang.

“kamu niat belajar gak!”tegas siska,

Aku hanya terdiam, karena ini baru pertama kali siska ngebentak aku.

“liat absen mu sekarang bolong, tapi waktu semester 1 kamu gak kaya gini harus nya kamu itu harus lebih ningkat lagi”ujar siska yang terus ngomel.

Aku saat belajar terus terdiam memikirkan nya dan berusaha meminta maaf pada siska saat jam istirahat nanti.

“sis istirahat bareng yah”bisik ku pada naya saat belajar,

“hemm. Diem perhatikan guru didepan kei”ujar siska,

“iya”.

Gak terasa jam ketiga dan keempat pun selesai. Akhirnya semua siswa dan siswi sma pancasila keluar kelasnya masing masing.

“sis, kok ninggalin aku. katanya mau bareng”ucap ku pada siska yang udah jalan duluan, aku menyusuli siska yang jalan duluan kekantin.

Kantin pas waktu istirahat serasa pasar penuhnya.

“hai kawan kawan”ucap naya yang riang gembira,

“centil”sahut Anaya judes,

“biasa dong”ujar naya yang mulai jengkel,

“iya iya, sudah dong jangan berantem mulu”ucap wika,

“nay kamu tadi gak papa kan”Tanya ku pada naya,

“enggak sih Cuma telat beberapa menit, soalnya tadi ibu nerangin dulu”jawab naya memegang minumannya,

"nay aku bolos satu jam pelajaran",

"lah emangnya kenapa"ujar naya,

"ihhhhh, kata aku juga gurunya kiler"aku greget ya lama-lama sama naya yang telmi,

"ouhhhhh, padahal kamu masuk aja kei"nasihat naya,

"enggak ah, malu nay",

"terus tadi kamu kemana?"tanya naya sambil ngemil makanannya,

"kekantin lah, masa ketoilet",jawab ku dengan malas,

"hemmmm, tapi kamu gak ketahuan guru kan"tanya naya lagi,

"enggak lah nay! masa ia aku kan dikantin"jawab ku dengan nada tinggi,

"iya iya biasa dong, jangan sambil monyong bibirnya",

“kalian yah dari dulu gak berubah-rubah”sahut hani yang duduk dipinggir Anaya,

“elehhh, daripada kamu dari dulu gendut. Gak kurus kurus”ucapku dengan polos tanpa memikirkan nya dan langsung pergi kekelas,

“sombong amat jadi orang”ujar hani yang merasa sakit hati karena ucapan aku tadi.

Setelah istirahat selesai, aku masuk kelas dan melamun memikirkan siska.

“sis, aku minta maaf yah. Jangan marah dong”rengek ku pada siska yang duduk dibangku kedua,

“kamu seharusnya minta maaf sama ibu kamu dan diri kamu!”tegas naya dengan nada tinggi,

“iya iya”,

“teruss, ucapan pun harus dijaga. Karena lidahmu adalah masalahmu”,kata siska sambil nulis,

“emangnya kenapa sis, aku salah apa”Tanya ku dengan heran,

“kamu, tadi pas waktu dikanti ngeledek hani gendut ya”jawab siska yang mulai kesal,

“tapi kan itu fakta”ucap ku dengan polos,

“tapi kan gak gitu juga kei. Bukan itu saja kamu udah beberapa kali nyakitin orang dengan lidahmu itu”jelas naya yang mulai berdiri dari bangkunya,

“ouh, berarti selama ini aku selalu salah ya si”,

“bukan begitu kei. Kamu itu yah”siska hampir nampar aku, saking kesalnya.

Aku kembali ketempat duduk, dan diam sambil memikirkan yang tadi siska katakan.

“dorrr…”faisal situkang jahil membuat aku kaget dan jantungan,

“kamu kenapa kei, dasar sadgirl”ledek faisal pada ku yang sedang sedih,

“kamu yah, pergi sana orang lagi sedih bukanya dihibur, ini malah nambah nambahin masalah,

“itu mah sih DM, DERITA LO”.

Hari semakin siang, otak semakin panas dan pelajaran semakin surut. Tapi kebetulan sekali hari ini banyak jamkos nya. Sebelum pulang sekolah aku minta sama temen temen aku, untuk kumpul dulu disatu ruangan kelas. Karena aku akan meminta maaf dan berniat mau berubah. Saat waktunya tiba aku akan gunakan waktu ini untuk meminta maaf.

Semua teman ku sudah berkumpul diruangan. Namun aku merasa tidak enak karena melihat mata hani yan merah, kayak yang habis nangis.

“assalamualaikum”ucap ku pada teman teman

“waalaikumussalam”jawab teman teman,

“disini aku mau meminta maaf pada kalian, karena selama ini aku gak ngerasa suka nyakiti hati kalian dengan ucapanku yang jahat. Dan aku sadar bahwa selama ini, aku egois dan aku berniat untuk berubah”air berlinang dimata aku saat mengucapkan nya.

“tapi kei, kamu gak bisa dipercaya”sahut hani yang sedang nangis tersedu sedu,

“hani sekarang aku mau bener bener berubah, karena dulu aku menganggap nya hanya sebuah lelucon. Tapi sekarang, aku sadar bahwa diri ini adalah seorang yang egois”ucap ku seraya mendekati hani dan memeluknya.

Semua teman ku terdiam. Tapi, tak lama kemudian mereka memeluk aku dan mau memaafkan aku.

Mulai saat itu, aku merasa senang karena sebuah kejadian atau peristiwa pasti ada hikmah yang baik.

“hai kei”sapa hani sambil tersenyum waktu masuk gerbang sekolah,

“hai hani, Alhamdulillah aku udah gak telat lagi nih. Soalnya aku berangkat sama orang paling terajin berangkat sekolah”ucap ku mendekati hani,

“okelah kalau begitu, enak kan kekamu nya juga. Duluan ya kei”kata hani langsung masuk kelas,

“oke, semangat hani belajarnya!”teriak ku pada hani.

Hati ku merasa tenang karena semuanya sudah selesai. dan terlebih momen saat kita berkumpul, kita manfaatin buat saling minta maaf kepada sesama dengan hati yang ikhlas dan bisa mengungkapkan dalam benak nya masing masing.

By:kamila cahya aulia

No wa:082123406249

Komentar

Postingan Populer