KISAH CINTA SADUDULUR- High school dari SMA NUSANTARA

 

KISAH CINTA SADUDULUR

High school dari SMA NUSANTARA

Dari PHP ke PHL(penghulu)

Waktu sekolah telah tiba, setelah sekian lama libur akhir tahun.

“hai seira, gimana kabar kamu setelah libur akhir semester”ucap teman laki-laki ku yang bernama fadli saat baru masuk kelas,

“baik. Oh iya aku baru inget kamu kemaren mau ngomong apansih, pas dichatan”ucapku sembari nyimpen tas dikursi,

“oh enggak”kata fadli langsung keluar kelas,

“dasar gak jelas. Kemaren bicaranya manis, lah sekarang boro boro”batinku menggeretaknya,

‘bel pertama sudah dibunyikan. Untuk siswa siswi sma nusantara harap masuk ke kelasnya masing masing’. “sial baru saja masuk kelas. Bel malah bunyi”lanjutku saat bel berbunyi,

“napa sei. Marah marah mulu”ucap seorang perempuan dari belakangku. Dan aku langsung sorak karena dia teman kelas ku yang the best,

“hay naira, gimana kabar kamu baik?”tanyaku memeluk naira gembira,

“Alhamdulillah baik”jawab naira,

“oh iya sei, ngomong ngomong gimana kamu sama fadli kelanjutannya”lanjut naira,

“hubungan yang tergantung. Sudahlah nay, mungkin allah gak setuju aku pacaran”kataku dengan pelan saat duduk dipinggir bangku naira,

“yaudah yang sabar mungkin dari sekian banyaknya laki laki….”, “woy ngak banyak banyak amat kok”potongku saat naira bicara,

“iya iya, maksudnya dari mulai kakak kelas dan yang seangkatan, pasti tuhan akan memberikan salah satunya yang terbaik”lanjut naira,

“terserah kamu nai. Sut diem bu guru datang tuh”kataku dengan pelan. Pembelajaran dimulai setelah buguru datang. Dan 4 jam pembelajaran sudah selesai, akhirnya bel istirahat berbunyi. “sei kamu dapat surat nih dari kakak kelas”ucap andi teman sekelas ku,

“oh iya ndi, makasih”,

“aduhhh dari siapa lagi ni sei”sahut naira,

“apa sih nay. Nih aku udah janji untuk masalah cinta yang tidak ada kepastian. Dan hari ini juga aku putuskan tidak ada lagi kata bunga, coklat, dan lainnya. Yang penting nai, suatu saat nanti aku butuh yang pasti”jelasku pada naira,

“aduh bijak sangat ni anak. Udah ah yuk kekantin”. Aku dan naira pergi kekantin untuk beli makanan, tapi ada hal yang mengganjalkan saat aku dijalan. Aku melihat fadli sedang memberikan surat pada seseorang. Tuh kan firasat aku bener, pasti ni cowo gak bener. “sei”naira menepuk punggung aku karena aku ngelamun, “kenapa sei”lanjut naira,

“enggak kok yuk kekantin”.

“hay gegs”ucapku pada teman sekamar ku, yak karena sekolah kami memfasilitasi asrama putra dan putri bagi siswa dan siswi luar daerah. Mereka adalah sahabat yang the best.

“gimana kabar kamu sama sifadli?”tanya cherly salah satu teman sekamarku,

“ya begitulah seperti yang dulu dulu, tak ada kepastian”jawab ku yang malas membahas soal fadli,

“YAUDAH. Mendingan kita jalani ini dengan santa bersama sama. Bentar lagi kita kan LULUS”ucap hana salah satu teman sekamarku, dan kebetulan sekali DIA adalah orang yang selalu dewasa. Waktu istirahat sudah selesai, aku pergi dengan naira untuk masuk kelas, karena kami berbeda beda kelas dan jurusan. Saat aku sedang duduk dibangu naira, tiba tiba andi datang dan memberikan surat lagi. “ndi dari siapa lagi ini”ucapku kesal,

“dari kakak kelas yang tadi kasih surat. Katanya gak papa kamu gak balas juga yang penting kamu gak ngebuangnya”jelas andi,

“iya ndi, tapi ini dari kelas berapa dan siapa namanya”tanyaku penasaran,

“kata orangnya gak boleh dikasih tau sei. Yaudah buguru dating tuh”jawab andi yang belum menjawab semua pertanyaanku. Hari sudah semakin siang dan pembelajaran hari ini selesai pada waktunya. Semua siswa dan siswi kembali kehabitatnya masing masing. Dan Menjalani kehidupan disekolah memang sama aja. Seperti itu lagi dan seperti ini lagi. Namun semua berbeda dengan kenangannya masing masing. Tapi memang benar kehidupan selalu mengajarkan kita. Maka dari itu hari demi hari aku selalu sabar dan berdoa untuk yang terbaiknya. Saat semua kenangan 2 tahun disekolah telah berlalu, dan tak ingin dikenang sebuah cinta dulu. Tapi yang aku kenang hanya persahabat yang sudah diukir selama 3 tahun kini harus berpisah begitu saja. Mereka kuliah ditempat yang berbeda beda, dan jarak persahabat tidak sedekat dulu. Cuma lewat chating, dan terkadang sibuk dengan kehidupan baru lagi. Yah mau gimana lagi aku pun harus mulai kembali kehidupan ku diuniversitas ini. “hay salam kenal namaku Kenya”sapa seorang perempuan yang duduk dipinggir bangku aku,

“hay salam kenal juga, namaku seira”sapa balik ku,

“hai seira”sapa seorang laki laki yang tiba tiba mengampiri aku dan Kenya,

“shutttt sana kamu”sahut Kenya yang mengusir laki laki itu,

“uhhh dasar adek galak. Nih Cuma mau nganterin bekal makan kamu yang ketinggalan. Bay pergi dulu”laki laki itu pergi dari hadapan aku dan Kenya,

“Kenya maaf ya aku lancing. Yang tadi itu siapa”Tanya ku kepo,

“oh dia itu sepupu aku, sekarang dia kuliah tingkat akhir. Dan sebentar lagi lulus”jawab Kenya,

“oh…..”. “suttttt pak dosen datang tuh”ucap temen sekelas ku yang belum kenal,

“assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sekarang kalian perkenalan dulu yah. Kalian udah pada tau nama saya siapa”jelas pak dosen didepan kelas,

“belummmmmm”,

“oke setelah saya memperkenalkan diri. Nah lepas tu bagian kalian yang kenalan satu sama lain”ucap pak dosen. Pak dosen memperkenalkan diri, dan setelah itu barulah kami yang memperkenalkan diri. Tapi saat ditengah tengah perkenalan, ada siswa yang baru saja masuk kelas. “hey kamu dari mana. Barus saja masuk, kok telat”Tanya pak dosen pada mahasiswa yang masuk tanpa mengucapkan salam,

“kamu ditanya jawab dong”lanjut pak dosen,

“pak. Tadi jalanan macet”jawabnya dengan simple dan WATADOS,

“YAUDAH LAIN KALI JANGAN TELAT LAGI. INI NIH ANAK MILENIAL JAMAN SEKARANG ITU. BEGINI KELAKUANNYA”tegas pak dosen yang marah marah sendiri didepan kelas. Ternyata laki laki itu duduk dipinggir bangku aku. “shut….”panggil seseorang dipinggirir aku, “minjem pulpen dong”lanjutnya,

“oke(aku memberikan pulpen warna hitam kepadanya). Tapi kembalikan lagi yak”ucapku padanya,

“hemmm…”jawaban yang singkat,

“oh iya kenapa kamu telat”aku mulai kepo dengan lelaki dipinggir ku. Tapi sayangnya tidak ada jawaban sama sekali. Seperti biasa, setelah pulang kampus aku pergi dulu keperpustakaan kampus. Nah, saat sudah sampai disana aku melihat Setelah 2 semester ini dia hanya diam tidak banyak bicara dan selalu termenung. Hingga waktunya wisuda aku tidak melihat orang tuanya datang ketempat wisuda. Dan dia pergi mengilang begitu saja. Tapi selama ini, aku merasa ada yang aneh karena tiap hari ada bunga dan coklat didepan pintu rumahku

“shut….”panggil seseorang dipinggirir aku, “minjem pulpen dong”lanjutnya,

“oke(aku memberikan pulpen warna hitam kepadanya). Tapi kembalikan lagi yak”ucapku padanya,

“hemmm…”jawaban yang singkat,

“YAUDAH LAIN KALI JANGAN TELAT LAGI. INI NIH ANAK MILENIAL JAMAN SEKARANG ITU. BEGINI KELAKUANNYA”tegas pak dosen yang marah marah sendiri didepan kelas. Ternyata laki laki itu duduk dipinggir bangku aku. “shut….”panggil seseorang dipinggirir aku, “minjem pulpen dong”lanjutnya,

“oke(aku memberikan pulpen warna hitam kepadanya). Tapi kembalikan lagi yak”ucapku padanya,

“hemmm…”jawaban yang singkat,

“oh iya kenapa kamu telat”aku mulai kepo dengan lelaki dipinggir ku. Tapi sayangnya tidak ada jawaban sama sekali. Seperti biasa, setelah pulang kampus aku pergi dulu keperpustakaan kampus. Nah, saat sudah sampai disana aku melihat kak tirta sepupunya Kenya. Dilihat lihat kayaknya kak tirta itu handsome. “sei…”tiba tiba ada seseorang yang menepuk punggungku. Dan ternyata dia adalah Kenya. “sei kamu suka sama sepupu aku?”Tanya Kenya,

“enggak kok, aku Cuma bilang dia tampan”aku tak sadar mengatakannya,

“ia sei, itu tandanya kamu suka”,

“gak Kenya. Masa ia dia mau sama gadis polos seperti aku”,

“hemmm. Sei aku pulang duluan yah”Kenya melambaikan tangannya saat melangkahkan kakinya,

“oke. Hati hati dijalan!”. Setelah Kenya pergi aku masuk keperpustakaan lantai 2. Tapi saat aku sampai diatas, aku melihat orang orang berkerumunan dibalkon perpustakaan lantai 2. Dan ternyata saat aku lihat, kak tirta dan bisma cowo dingin yang misterius itu sedang berkelahi ditaman. Aku terkejut dan berniat mau bantu pisahin mereka karena sebenarnya aku suka sama bisma. Tapi saat hendak menju taman, tiba tiba ada cewe yang menarik tangan bisma dan membawanya pergi. Aku langsung lari diam diam mengikuti mereka dari belakang. Dan tanpa disengaja aku mendengar percakapan mereka. “dek, biar kakak yang balas dendamkan semua perbuatannya terhadap kamu yang sudah dilecehkan”. Aku terkejut saat mendengar ucapan bisma. Hati k uterus bertanya dan merasa kasihan dengan kehidupannya. Aku memilih pergi dan tidak ikut campur urusan mereka.

Setelah 2 semester ini dia hanya diam tidak banyak bicara dan selalu termenung. Hingga waktu wisuda pun, aku tidak melihat orang tuanya datang ketempat wisuda. Dan dia pergi mengilang begitu saja. Tapi selama ini, aku merasa ada yang aneh karena tiap hari ada bunga dan coklat didepan pintu rumahku. Awalnya aku beranggapan itu dari kak tirta. Soalnya Kenya pernah bilang bawa kak tirta suka aku. tapi karena aku udah janji tentang urusan cinta, jadi aku tak percaya itu semua. Hingga saat ini, aku tak kan pernah berpacaran kecuali nikah. Beberapa minggu kemudian, aku putuskan untuk bekerja disebuah perusahaan. Ya untung menambah uang jajan, jadi kan lumayan. Pagi pagi aku bergegas untuk mempersiapkan wawancara pekerjaan baruku. Berjalan melewati lorong untuk diwawancarai oleh manager perusahaan. Setelah sampai didepan pintu, hati aku deg deg an. Tapi dengan menucapkan ‘bismillah’tiba tiba jadi tenang. Dan langsung masuk keruangannya. Saat aku masuk, terlihat seorang laki laki berjas dengan gagah sedang menghadap kejendela kaca ruangannya. “assalamualaikum pak. Saya sudah siap untuk diwawancara”kata ku dengan gugup,

“silahkan duduk”laki laki itu masih menghadap kejendela kacanya,. Aku gugup dan menundukan kepala saat laki laki itu perlahan melangkahkan kakinya. Dan saat ia sudah duduk, aku megangkatkan kepala dan terkejut karena dia adalah bisma. “bisma”ucapku terkejut,

“gimana kabar kamu?”Tanya bisma padaku,

“Alhamdulillah baik. Kamu…”

“iya ini adalah karunia allah padaku, setelah aku melewati masa masa sulit. Ternyata dibalik semua itu ada hikmah yang tersembunyi. Oh iya gimana kamu sama kak tirta jadi nikah”kata bisma menatapku, dan aku langsung menundukan kepala lagi,

“tidak bis, sebenarnya aku dan kak tirta itu tidak ada apa apa. Kami hanya teman biasa”jelasku pada bisma mengangatkan kepala,

“oh…eh tapi ngomong ngomong kamu udah punya…”

“gak bis”potongku saat bisma bertanya,

“dari dulu aku udah janji gak akan pacaran dan mau tau tentang arti coklat dan bunga”jelasku pada bisma,

“oh iya bis. Aku mau nanya”,

“nanya soal apa sei”,

“orang yang ngasih….”,

“sei(bisma mengela napas sejenak)sebenarnya aku dari dulu suka sama kamu, tapi aku tau dulu itu aku seperti apa. Jadinya aku malu mengatakannya. Jadi setelah sekian lama, saat inilah tuhan mempertemukan aku dan kamu disaat aku sudah baik baik saja”potong bisma menjelaskan semua yang tersembunyi selama ini,

“tapii….”,

“sudah sei. Besok aku mau ngelamar kamu. Tunggu aku yah disana”bisma pergi meninggalkan ruangan dan wawancara pun gagal.


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer