PENGENALAN SEJARAH EVOLUSI HEWAN PADA PEMBELAJARAN ANAK MASA KINI
BAB 1
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Evolusi hewan merupakan perkembangan struktur hewan yang berlangsung secara perlahan-lahan dalam waktu yang sangat lama. Arti dari kata evolusi berasal dari bahasa latin evolvere yang artinya “membuka lipatan”. yang menyatakan bahwa terjadinya sebuah perubahan hewan secara gradual (perlahan-lahan). Karena perubahan makhluk hidup yang dihasilkan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam menghasilkan species baru. Teori evolusi juga dibuat oleh para ilmuan, salah satunya yaitu Charles Darwin.
Darwin dalam bukunya On the Origin of Species yang terbit di inggris tahun 1959 M, berusaha mengetengahkan sebuah teori mengenai asal-usul species yang melalui seleksi alam. Yang artinya evolusi hewan akan terjadi saat mengalami perubahan pada sifat-sifat terwariskan yang disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama, yaitu variasa, reproduksi dan seleksi. Sehingga evolusi hewan akan terjadi secara bertahap dan berlangsung cukup lama, dari zaman dulu hingga saat ini. Ada juga hewan prasejarah yang saat ini masih berkembang dan merupakan fosil hidup yang berarti tidak mengalami perubahan yang begitu banyak dari beberapa juta tahun sebelumnya. Contohnya adalah hewan jenis mamalia dan reptil.
Dan sebagian bukti bahwa pulau-pulau sunda besar pernah bersatu dengan benua Asia adalah sebaran jenis mamalia Asia seperti beberapa jenis kera, gajah, macan dan hariamau yang ditemukan di benua Asia. Paparan ini terbentuk dampak aktivitas vulkanik beribu-ribu tahun dan erosi massa benua Asia, serta terbentuknya konsolidasi runtuhan batu dipesisir naik dan turunnya permukaan laut. proses evolusi tersebut dapat memakan jutaan tahun sebelum perubahan signifikan bisa dengan jelas terlihat. Namun, beberapa species dapat berubah secara fisik dengan sangat cepat sampai kita pun bisa melihat perubahannya.
Maka dapat disimpulkan bahwa evolusi hewan akan terjadi ketika perbedaan-perbedaan sifat yang terwariskan menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi. Karena sifat-sifat yang mendasar pada evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada turunan suatu hewan dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. hewan yang mampu bertahan akan dinamakan dengan evolusi agresif, sedangkan hewan yang berubah atau berevolusi tadi gagal bertahan hidup akan dinamakan dengan evolusi regresif. Tetapi ada juga spesies-spesies yang memiliki hubungan kekerabatan jauh menuju kesamaan fungsi organ tersebut. Oleh karena itu, semua hewan baik yang berevolusi maupun tidak, kita harus tetap menjaga dan melestarikannya. Sehingga kepunahan tidak akan terjadi dan wujud dari hewan yang berevolusi bisa menjadi media pembelajaran dan penelitian bagi semua orang.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana pengertian evolusi hewan secara keseluruhan?
2. Bagaimana tentang hewan yang berevolusi di Indonesia?
3. Mengapa kecerdasan hewan tidak berevolusi seperti manusia, padahal hewan termasuk salah satu makhluk yang berevolusi?
4. Bagaimana keadaan untuk hewan yang berevolusi di Indonesia baik yang masih hidup ataupun yang sudah menjadi fosil?
3. Tujuan Penelitian
Setelah mendapatkan permasalahan yang dirumuskan, maka dari itu penulis memiliki tujuan, diantaranya sebagai berikut:
1. Memberikan pengetahuan lebih tentang arti evolusi melalui sudut pandang perubahan bentuk.
2. Memunculkan solusi agar lebih menyederhankan apa yang sudah tertulis dari fakta yang ada.
3. Merumuskan permasalahan tentang teori evolusi dari berbagai pendapat.
4. Menyampaikan informasi tentang pembahasan evolusi.
4. Manfaat Penulisan
pada setiap penulisan pasti banyak manfaat yang dapat mempengaruhi terhadap tulisan, berikut manfaaat yang dapat diambil dari tulisan ini:
1. Untuk menambah wawasan tentang seputar evolusi hewan.
2. Agar lebih mengetahui mana saja hewan yang berevolusi di Indonesia.
3. Bisa mempermudah dalam mencari pembahasan tentang evolusi hewan.
4. Menjadikan bahan pengetahuan tentang teori evolusi hewan.
BAB 2
PEMBAHASAN
1. Pengertian Evolusi Hewan Secara Keseluruhan
Evolusi hewan adalah perubahan yang terjadi pada setiap hewan secara bertahap dan berlangsung cukup lama. Perubahan ini disebabkan karena adanya variasi genetik dan seleksi alam. Variasi genetik pada dasarnya terjadi karena adanya mutasi gen, rekombinasi gen, hanyutan gen, dan aliran gen. Dan untuk konsep dasar seleksi alam terjadi karena individu yang memiliki sifat lebih berguna, seperti pengelihatan atau kaki yang lebih cepat. Ada juga limuan yang mengantut skala alam yaitu Aristoteles menganut teori skala alam. Dikutip dari situs Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bahwa teori kehidupan semua makluk hidup tersusun menurut skala atau tangga yang kompleksitasnya meningkat keatas. Maksudnya setiap bentuk kehidupan memiliki tangga dengan setiap anak tangga pada tingkat yang berbeda.
Tetapi pada pemikiran penulis bahwa evolusi hewan memang berbeda dengan manusia. Namun pada dasarnya teori yang dianut sama saja dan saling berkaitan. Untuk pembahasan dari setiap teori yang dikemukakan oleh para ahli, penulis memilih teori yang menyatakan bahwa perubahan karena adanya mutasi gen, rekombinasi gen, hanyutan gen, dan aliran gen. Karena dengan pemikiran itu bisa dibuktikan dengan adanya penelitian berlanjut yang menjadi bahan pengetahuan secara spesifik.
2. Hewan Yang Berevolusi di Indonesia
Anggota spesies yang mampu bereproduksi cenderung mewariskan karakteristik tertentu pada keturunannya, terutama yang membantu mereka bertahan hidup. Namun, terkadang ada evolusi yang terkesan begitu unik, aneh dan berlawanan dengan intuisi. Berikut adalah beberapa hewan yang berevolusi di Indonesia.
a. Yang pertama ada burung pelanduk sulawesi(pellorneum celebense) jantan dan betina. Seperti dikutip dari Phys.org, sabtu (10/10/2020) spesies burung telah berevolusi ke berbagai ukuran di pulau kecil dan dalam waktu singkat. Teori evolusi juga mengungkapkan dimorfik cenderung mendominasi di pulau daripada di darat. Namun hal ini biasanya terjadi di pulau-pulau yang sangat terlihat dimana ada waktu yang cukup bagi populasi untuk berevolusi secara terpisah.
b. Yang kedua ada Babirusa atau “rusa babi” dalam bahasa melayu. Hewan ini hidup di pulau-pulau tertentu di Indonesia, ia memiliki taring yang bisa menembus tengkoraknya sendiri. Karena taringnya bisa tumbuh hingga 30 cm, atau bahkan lebih. Mengutip laman wired, spesies paling populer (self-stabbing species) adalah babirusa sulawesi utara yang berkulit abu-abu dan hampir tidak berbulu.
c. Yang ketiga ada ikan Coelacanth, yaitu hewan yang telah ada selama 390 tahun. Ikan ini cukup besar sehingga bisa mengarungi dasar laut yang panjangnya dua meter. Ada dua spesies yang dikenal dari ikan ini, yaitu Coelacanth Afrika dan Coelacanth Indonesia. Mereka adalah ikan bersirip lobus yang masih hidup dan pernah mendominasi laut.
d. Keempat ada jenis hewan pada mamalia yang berevolusi, yaitu kuda dan gajah. Keduanya merupakan hewan yang paling banyak meninggalkan jejak sejarah dari dulu hingga saat ini. Tetapi mamalia ini hampir punah karena disebabkan oleh beberapa faktor luar ataupun dalam. Sehingga kita manusia sebagai makhluk sosial harus peduli terhadap hewan-hewan ini, agar tidak tejadinya kepunahan yang berkelanjutan.
e. Kelima ada jenis hewan pada reptil yang berevolusi, yaitu buaya dan komodo. Kedua hewan ini adalah hewan prasejarah yang saat ini masih berkembang dan merupakan fosil hidup. Reptil ini juga hampir punah karena kurangnya pemberdayaan dan pelestarian. Tetapi di Indonesia ada yang namanya pulau komodo, sebagai bentuk pelestarian terhadap hewan yang hampir punah.
3. Alasan kecerdasan hewan tidak berevolusi seperti manusia.
Manusia berevolusi secara berbeda dari hewan. Karena kita manusia memiliki otak yang jauh lebih besar ukuran atau tubuh dibandingkan dengan hewan. Kecerdasan manusia berevolusi, sedangkan hewan tidak. Maka dari itu kecerdasan ini adalah anugerah, berkat kecerdasan kita bisa merencanakan sesuatu sekaligus bekerja sama. Manusia dapat membuat teroboson sekaligus berbagi kisah sukses tentang terobosan tersebut.
Memang evolusi kecerdasan hewan tidak sebanding dengan evolusi kecerdasan manusia. Karena manusia lebih peduli dan memiliki rasa untuk saling membantu ynag cukup kuat Seperti hal nya banyak hewan yang hidup berkelompok kecil atau besar, yang bekerja sama untuk memberi makan dan melindungi anak-anak mereka. Kemitraan ini dikenal sebagai koperasi pembibitan. Mereka tidak bereproduksi untuk membantu anggota keluarga yang dominan, seperti ibu atau saudara perempuan mereka. Sedangkan manusia berbeda, siapapun yang mau dan mampu punya bayi pasti bisa punya bayi. Memang tidak semua orang tua bisa atau mau merawat bayinya sendiri, namun banyak orang yang bisa membantu merawatnya.
Dalam bertahan hidup hewan memang kurang kecerdasan tinggi untuk bisa mempertahankannya. Sebagai contoh simpanse sepupu biologis kita, yang hanya mempunyai sepertiga ukuran otak manusia. Mereka tidak menggunakan bahasa simbolis atau memanggil simpanse lain dengan nama tertentu. Ibu simpanse sangat peduli dengan anak-anaknya. Tapi kakeknya, ayahnya, atau simpanse lainnya tidak peduli. Akhirnya, hanya sepertiga bayi simpanse yang bertahan hidup hingga dewasa. Ini semua disebabkan juga oleh faktor dalam yaitu pemikiran yang mereka kembangkan tidak sama dengan manusia.
4. Keadaan hewan yang berevolusi di Indonesia baik yang masih hidup atau yang sudah menjadi fosil.
Banyak sekali binatang yang kita kenal di zaman sekarang adalah binatang yang sangat berbeda di era prasejarah. Karena berbagai perubahan ekstrim terhadap lingkungan yang terjadi memaksa makhluk hidup berevolusi. Perubahan ini menyebabkan banyak binatang prasejarah yang kini hanya tinggal nama. Dalam hal ini juga manusia harus ikut bertanggung jawab agar tidak terjadi kepunahan pada hewan yang berevolusi ataupun menjaga sisa-sisa fosil hewan berevolusi yang sudah mati. Dikarenakan manusia bertanggung jawab terhadap lingkungan, agar hewan yang terancam punah bisa teratasi. Jika hal itu terjadi maka populasi hewan akan semakin berkurang. Contoh hewan yang ada di Indonesia mengalami kepunahan yaitu Gajah sumatera, Harimau sumatera, Orang utan, Bekantan, Badak, Banteng, dan masih banyak lagi.
Namun ada beberapa faktor yang mengalami kepunahan pada hewan diantaranya, karena perburuan manusia, penebangan pohon, kebakaran dan kesulitan mencari makanan. Intinya kita manusia sebagi makhluk sosial harus bisa menjaga dan melestarikan hewan yang kini mulai punah dan terasingkan. Agar keadaan hewan tersebut menjadi lebih baik dan juga bisa dikenal banyak orang. Sehingga nantinya bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya, terlebih bisa menjadi contoh bahan penelitian dan pembelajaran.
BAB 3
PENUTUPAN
1. Kesimpulan
Evolusi hewan merupakan perkembangan struktur yang ada pada hewan secara perlahan dan dengan waktu yang sangat lama. Pendapat mengenai evolusi hewan memang sangat banyak dikemukakan oleh para ahli, sehingga kita pasti bingung mengenai perihal yang benar dan tidaknya. Tetapi setidaknya kita juga harus mengetahui tentang sejarah evolusi hewan dan jenis-jenis hewan yang berevolusi, baik itu yang ada di Indonesia maupun diluar negeri. Dan dengan adanya kenginginan untuk mengetahui, kita bisa mendapatkan ilmu dan juga wawasan yang baru.
Tentunya adanya pembelajaran sejarah evolusi hewan dikalangan anak remaja masa kini, pasti akan terwujudnya sejarah atau penelitian yang terus dikembangkan. Sehingga hewan-hewan yang berevolusi maupun yang sudah berevolusi tidak akan punah. Bukan hanya dipelajari saja, tetapi kita harus mengaplikasikannya dalam kehidupan, yaitu melakukan upaya untuk mencegah terjadinya kepunahan pada hewan yang berevolusi maupun yang sudah berevolusi.
5. Saran
Berdasarkan simpulan yang sudah disampaikan dalam kajian ini, tentu nya kita memerlukan saran sebagai pendorong yang bisa mewujudkan capaian ini. Sebagai makhluk sosial kita harus berpartisipasi dalam melakukan upaya pencegahan punah nya hewan yang berevolusi maupun yang sudah berevolusi. Memang tidak semua orang bisa melakukan upaya pencegah ini, tetapi setidaknya ada sedikit orang yang peduli terhadap pencegahan ini. Dan diutamakan bagi anak muda yang berperan sebagai agent of change harus memiliki rasa ingin tahu yang nantinya akan berdampak pada dirinya, sehingga bisa mengaplikasikan nya dalam kehidupan.
Dalam penulisan makalah ini penulis memang banyak kesalahan dalam penulisan makalah yang dibuat. Tentunya penulis mengharapkan kritik dan saran yang bisa membuat tulisan ini menjadi lebih bagus lagi, dan lebih bermanfaat bagi semua orang untuk kedepannya. Apabila ada kesalahan dalam penulisan, baik itu bahasa atau pengertian yang kurang dimengerti, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
DAFTAR PUSTAKA
ISLAM, I., & DJATI, S. G. MAKALAH EVOLUSI KONTRUKSI KRITI ATAS TEORI EVOLUSI MENURUT PANDANGAN.
Mansar, A. (2015). Perancangan Buku Ilustrasi Informasi Mengenai Evolus Hewan (Doctoral dissertation, Universitas Komputer Indonesia).
Stefoff, R. (2018). Charles Darwin dan Revolusi Evolusi. BASABASI.
Komentar
Posting Komentar