Radikalisme di Dunia Pendidikan

Radikalisme merupakan salah satu tindakan yang tidak sesuai dengan pedoman bangsa kita, karena kita tahu bahwa hanya dampak negatif saja yang bisa ditimbulkan. Melansir dari journal IAN Pontianak Repository mengenai Urgensi Moderasi Beragama Solusi Mengatasi Masalah Radikalisme Di Era Milineal”. Disimpulkan bahwa masalah ini sangatlah penting untuk segera diselesaikan. Karena jika tidak, kedepannya akan merusak generasi di Era Milenial. Yang mana judul dari journal tersebut berkaitan dengan permasalahan radikalisme yang masuk ke dalam dunia pendidikan.

Kemunculan gerakan radikal di Indonesia membawa dampak negatif bagi masyarakat, khususnya kaum milenial dan para pelajar. Radikalisme merupakan tindakan yang membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan memahami moderasi beragama, kita bisa membuka wawasan untuk memahami bahwa perbedaan agama bukanlah penyebab saling permusuhan.

Dan masuknya radikalisme ke dalam dunia pendidikan menjadi masalah bagi banyak pihak, karena dapat menimbulkan intoleransi peserta didik. Sudah bisa kita lihat bahwa radikalisme atas nama agama tidak ada habisnya. Hingga sampai saat ini didalam berita harian yang menyatakan islam agama yang terorisme itu tidak benar. Dan adanya sikap radikalisme inilah yang akhirnya melatarbelakangi adanya gerakan terorisme.

Kelompok radikalisme sendiri merupakan kelompok yang menginginkan perubahan tetapi dengan cara kekerasan. Berdasarkan analisis dan pembahasaan hasil penelitian, radikalisme dalam pendidikan merupakan potensi ancaman yang sangat berbahaya bagi terwujudnya kesinambungan mutu dalam pendidikan. Karena kelompok radikalisme tak hanya mengicar lingkungan pesantren dan dunia pendidikan saja, tetapi mereka juga mengincar generasi muda karena mereka tahu bahwa generasi muda adalah sasaran yang tepat untuk merusak atau meracuni pikiran dan pemahaman mereka.

Radikalisme yang sebelumnya hanya ditujukan pada kelompok masyarakat yang kurang berpendidikan, kini jatuh pada kelompok terpelajar atau mahasiswa di perguruan tinggi. Beberapa pimpinan universitas telah mengindikasikan keterlibatan mahasiswa dalam radikalisme di kampus. Karena paham yang dibuat oleh kelompok radikal ini yaitu berusaha mereformasi sistem sosial dan politik dengan menggunakan kekerasan untuk konstelasi politik, sedikit demi sedikit Ide radikalisme di Indonesia memiliki tujuan yang berbeda tanpa prinsip yang jelas. Ada gagasan radikal bahwa Indonesia memperjuangkan penerapan syariat Islam tanpa perlu mendirikan negara Islam, tetapi ada juga gagasan yang memperjuangkan berdirinya Negara Islam di Indonesia. Lebih jauh lagi, pemahaman ini memperjuangkan pendirian kekhalifahan yang disalah artikan dengan berbagai bentuk organisasi. 

 

Radikalisme sendiri dapat merusak tatanan kehidupan, baik dari segi perekonomian maupun segi kemanusiaan yang berujung pada hasil yang tidak  diharapkan. Banyak sekali akibat yang akan terjadi jika nantinya berujung kepada aksi terorisme. Maka sudah seharusnya para pendidik untuk lebih responsif terhadap adanya pengaruh radikalisme. Sehingga para pelajar bisa membedakan mana tindakan yang benar dan mana tindakan yang salah. Dan sangat diharapkan bagi para pendidik yang sudah terpengaruh oleh paham radikalisme untuk tidak memeberikan pengaruh terhadap pelajar atau pun orang lain. Memang bukan hanya dari kalangan pendidik saja radikalisme ini ada, namun dikalangan masyarakat paham ini sudah mempengaruhi masyarakat biasa. Yang tanpa disadari mereka memahami sebuah ideologi yang salah. Maka dari kita harus bisa memahami mengenai moderasi agama, sehingga nantinya tidak akan timbul sikap intoleransi.

 

Komentar

Postingan Populer